Pesona Eksotis ‘Ambon Manise’ yang Selalu Memikat Milenial

SURABAYA – Menyusuri Pulau Seram, millennials travelers bisa menikmati eksotisme pantai dan perkampungan masyarakat lokal yang menakjubkan. Paling memukau lagi ‘Ambon Manise’ menggambarkan beragam tujuan wisata dan sudah tenar kaya akan musik.

Ambon tetap tidak kehilangan pesona hamparan alam, pantai menawan, pasir melandai, aneka kuliner, budaya, kehangatan penduduk serta menyuguhkan banyak peninggalan sejarah, sayang bila dilewatkan begitu saja!

Beralih dari Ambon, Surabaya di Jawa Timur bisa melengkapi kepentingan bisnis dan melancong, sebab kota terbesar ke-2 di Indonesia ini menawarkan banyak objek menarik yang tak kalah seru. Mendapatkan sebutan ”Kota Pahlawan” dengan peninggalan historis, kini Surabaya telah dipadukan geliat industri kreatif, wisata buatan, cita rasa khas, religi dan bahari.

Mengakomodir kebutuhan traveling tersebut, kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group mulai 15 Mei 2019 akan meluncurkan rute baru Surabaya menuju Ambon. Jaringan antar provinsi diharapkan bisa menempatkan Lion Air sebagai pilihan perjalanan terbaik yang menghubungkan kedua destinasi secara regular dan langsung (non-stop).

Rute Surabaya ke Ambon pergi pulang (PP) dioperasikan berdasarkan tingginya permintaan travelers yang mengharapkan tersedia penerbangan langsung dalam akses kemudahan perjalanan ke tujuan wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama di Indonesia Timur.

Untuk layanan terbaru, sampai Danang, Lion Air terbang dengan frekuensi satu kali setiap hari. Lion Air memiliki jadwal keberangkatan (schedule time departure/ STD) pada 07.35 WIB dari Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya (SUB) bernomor JT-890.

Pesawat diperkirakan mendarat (schedule time arrival/ STA) pukul 12.05 WIT di Bandar Udara Internasional Pattimura, Ambon (AMQ). Penerbangan kembali, Lion Air nomor JT-889 lepas landas dari Ambon pukul 18.20 WIT, kemudian mendarat di Surabaya pada 18.50 WIB.

”Ekspansi Lion Air Surabaya ke Ambon akan menjawab millennials travelers memperoleh alternatif wisata di kedua kota yang sangat ideal untuk foto berlatar belakang spot instagramable. Kekhasan kontur wilayah dan nuansa ketenangan telah menjadikan daya pikat tersendiri. Pelancong terpesona Indonesia bagian Timur yang selalu memikat, akhirnya menarik minat wisatawan berkunjung,” kata Danang, dalam keterangannya yang diterima smartrie.id.

Kehadiran rute baru di koridor Maluku menjadi salah satu bentuk keseriusan Lion Air dalam menjembatani antarwilayah melalui transportasi udara, dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first).

Lion Air, terang Danang, berkomitmen memperkuat konektivitas domestik dan regional yang optimis dapat memberikan nilai efektivitas para travelers maupun business, karena waktu tempuh Surabaya menuju Ambon berkisar 1 jam 30 menit.

Keunggulan lainnya, wisatawan dari berbagai kota melalui Surabaya tujuan Ambon dapat melanjutkan penerbangan ke Namlea, Tual, Saumlaki, Fak-Fak, Sorong, Makassar, Labuha, Ternate dan kota-kota lainnya.

Begitu juga sebaliknya, turis dari Maluku yang singgah terlebih dahulu di Ambon bisa meneruskan ke destinasi menarik antara lain Surabaya, Banyuwangi, Jember, Denpasar, Lombok, Kupang, Yogyakarta, Semarang, Solo, Bandung, Jakarta, Semarang, Palembang, Pekanbaru, Lampung, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikapapn, Tarakan dan kota popular yang lain.

”Dalam menggugah keinginan jalan-jalan tujuan Ambon dan Surabaya, Lion Air menawarkan pengalaman untuk merasakan terbang bersama pesawat terbaru Boeing 737-800NG (189 kursi kelas ekonomi) dan Boeing 737-900ER (215 kursi kelas ekonomi),” jelas Danang.

Tambah Frekuensi Terbang: Soekarno-Hatta, Tangerang – Surabaya dan Ambon – Makasssar
Bersamaan pembukaan rute baru, Lion Air akan meningkatkan satu frekuensi penerbangan langsung Soekarno-Hatta ke Surabaya dan Ambon menuju Makassar. Kehadiran waktu keberangkatan terbaik ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan rute Lion Air sebelumnya, dimana rata-rata load factor atau tingkat keterisian penumpang mencapai angka positif.

Penambahan frekuensi bernomor JT-890, terang Danang, berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) pukul 04.30 WIB dan waktu mendarat di Surabaya pada 06.00 WIB. Untuk frekuensi sebaliknya, Lion Air JT-889 mengudara dari Surabaya pukul 20.10 WIB dan akan tiba pada 21.40 WIB.

Untuk sektor dari Ambon, Lion Air terbang pada 13.05 WIT menggunakan nomor JT-887. Pesawat diperkirakan tiba pada 13.50 WITA di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG). Sedangkan dari Makassar, Lion Air JT-886 lepas landas pukul 14.50 WITA dan memiliki jadwal kedatangan di Ambon pada 17.35 WIT.

Layanan penerbangan non-stop tambahan tersebut menjadikan rute Soekarno-Hatta ke Surabaya 13 kali setiap hari dan Ambon ke Makassar tiga kali sehari. Lion Air memproyeksikan, penerbangan tersebut mampu memenuhi tingginya permintaan traveling sejalan mewujudkan mimpi wisatawan menjelajahi secara mudah di Indonesia dari Jakarta, Surabaya, Ambon dan Makassar.

Dalam menciptakan perjalanan di era kekinian, Lion Air menghadirkan konsep layanan berbeda dan baru ”tren perjalanan udara simpel”, sesuai tren saat ini yang memberikan nilai lebih ekonomis serta terjangkau dengan pilihan kapasitas bagasi yang disesuaikan tingkat keperluan.

”Apabila travelers akan membawa bagasi ketika bepergian maka dapat membeli bagasi. Sebaliknya, bila berangkat tanpa bagasi, maka tidak perlu membayar bagasi,” ujar Danang.

Untuk mempersiapkan rencana perjalanan lebih awal, bagi travelers yang akan membawa bagasi dapat melakukan pembelian voucher bagasi (pre-paid baggage) melalui agen perjalanan (agent travel), www.lionair.co.id dan kantor penjualan tiket Lion Air Group.

Pembelian bagasi dengan harga lebih hemat bisa dilakukan pada saat dan setelah pembayaran tiket (issued ticket), ketentuan batas waktu maksimum enam jam sebelum keberangkatan.

”Setiap travelers (kecuali bayi), diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) dengan maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop/ perlengkapan bayi/ bahan membaca/ kamera/ tas jinjing wanita (hand luggage) ke dalam kabin (hand carry), yang mengikuti aturan berlaku sesuai maksimum ukuran dimensi bagasi kabin,” pungkas Danang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!