HUT ke-300, Alisya : Jadikan Momen Menuju Visit Wonderful Bengkulu 2020

BENGKULU – Bengkulu merupakan satu dari 34 provinsi di Indonesia. Provinsi berjuluk ”Bumi Rafflesia” ini memiliki 10 daerah. Kota Bengkulu, misalnya. Ibu kota provinsi Bengkulu ini merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-300, pada 17 Maret 2019.

Diusia yang tak muda, kota di pesisir barat Sumatera ini sedikitnya telah melakukan gebrakan pembangunan di berbagai sektor. Ekonomi kerakyatan dan pariwisata, misalnya. Kota yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan.

Destinasi wisata pantai panjang, pulau Tikus, rumah Fatmawati, contohnya. Objek wisata tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Patut disambangi kalangan wisatawan, indah! Berbagai promosi pun telah digencarkan pemerintah kota (Pemkot) Bengkulu. Terutama, objek wisata.

Kota Bengkulu, kata dewan pimpinan pusat (DPP) Gerakan Muslimah Bersyar’i (GMB) Indonesia, Alisya Fianne Janne, merupakan kota yang memiliki nilai historis bagi Bangsa Indonesia. Sebab, kata Alisya, di kota ini memiliki rumah Fatmawati, ibu negara.

Rumah Fatmawati di Jalan Fatmawati Kelurahan Penurunan Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu ini, terang wakil ketua pimpinan pusat kesatuan perempuan partai golkar (PP KPPG) Sumatera 2 ini, menyimpan mesin jahit sang saka merah putih untuk dikibarkan saat Proklamasi 17 Agustus 1945.

Hal tersebut, terang Caleg perempuan dari partai Golkar nomor urut 3 dapil Bengkulu ini, merupakan bukti sejarah jika di Kota Bengkulu dijadikan tempat menjahit bendera Merah Putih. Sehingga, terang Alisya, masyarakat Bengkulu harus bangga atas menjadi warga Bengkulu.

”Kota Bengkulu memiliki nilai historis bagi Bangsa Indonesia. Rumah Fatmawati adalah bukti sejarah. Di rumah itu dijadikan tempat menjahit bendera merah putih. HUT ke-300 Kota Bengkulu dapat dijadikan sebagai momentum mengingat sejarah,” kata perempuan yang dipercaya sebagai wakil sekretaris jenderal (Wasekjen) dewan pimpinan pusat (DPP) asosiasi pedagang kaki lima (APKLI) ini, Sabtu (16/3/2019).

HUT ke-300 Kota Bengkulu, terang perempuan yang akab disapa Bunda ini, harus dijadikan momentum untuk menuju perubahan lebih baik dari segala sektor. Terlebih, menyongsong Visit Wonderful Bengkulu 2020.

Kota yang dipimpin Wali Kota Helmi Hasan dan Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi ini dapat juga dijadikan sebagai destinasi halal. Sebab, sampai perempuan inisiator GMB Indonesia ini, Kota Bengkulu memiliki banyak potensi.

Mulai dari wisata alam nan cantik, wisata sejarah, kuliner, sosial dan budaya. Potensi tersebut dapat menjadi magnet bagi kalangan wisatawan dosmetik dan mancanegara untuk menyambangi kota Bengkulu.

”Potensi wisata Kota Bengkulu memiliki daya jual. Ini harus terus dikembangkan dan dipromosikan. HUT ke-300 Kota Bengkulu dapat dijadikan momen untuk mempromosikan seluruh potensi yang ada guna menyongsong visit wonderful Bengkulu 2020,” jelas Alisya.

HUT ke-300 yang mengangkat tema kota Bengkulu Bahagia dan kota Religi dapat diwujudkan secara bersama dengan keterlibatan dan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, kata Alisya, Kota Bengkulu dapat dijadikan sebagai destinasi halal, dengan mengembangkan seluruh potensi wisata.

Namun, kata Alisya, pemkot Bengkulu dapat lebih memaksimalkan dalam penataan tempat-tempat objek wisata di Kota Bengkulu. Hal tersebut juga akan membuka peluang bagi ekonomi masyarakat.

”Kami akan ikut serta dalam mewujudkan kota Bengkulu sebagai kota bahagia dan religi. Selamat HUT ke-300 Kota Bengkulu,” pungkas Alisya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!